Angel

Saya kangen Angel. Bukan karna kami lama nggak ketemu, minggu lalu saya masih ‘sempat’ belajar sama Angel. Saya kangen karna saya menyadari I’ve made the hardest decision. Saya berhenti. Angel adalah murid pertama saya yang saya hampir nyerah dan kehabisan cara ngajar yang tepat buat dia. Seperti anak2 pada umumnya, Angel tidak pernah bisa diam. Dia sulit fokus terhadap satu hal. Perhatiannya mudah teralih dengan benda2 disekitar dia ketika dia mulai bosan dengar saya. 1 bulan pertama saya belajar sama dia, saya masih nggak yakin apakah saya akhirnya akan bisa cocok sama dia. Besides, Angel adalah anak yang sangat manis. Dia suka mewarnai, renang, nyanyi, bahkan main holahop. Tanpa saya sadari, Angel menciptakan kedekatan yang berbeda dengan saya. Dia adalah teman saya. Saya adalah teman Angel. Dua bulan pertama, Angel mulai ada progress. Nilai pelajaran yang mulanya 20, jadi 40. Saat remidi, nilainya meningkat lagi jadi 60. Apakah dia senang? Tidak. Angel belum pernah dapat nilai diatas 60. Dia selalu stagnan di angka itu.
Minggu lalu, saya ke rumah dia. Kami masih belajar seperti biasa, tapi saya sadar ini adalah hari terakhir saya belajar sama dia. Is it really our last meeting?, kalimat itu terpikir berulang kali di otak saya. Sungguh berat meninggalkan Angel dengan segala keceriaanya. If I’m not mistaken, 3 hari yang lalu mamanya sms saya, dia bilang nilai ujian Angel dapat 80. Saya nangis. Saya bisa bayangkan betapa mamanya sangat senang. Terlintas tawa Angel kemudian.

Saya berdoa semoga tanpa saya, Angel akan bisa terus dapat 80 atau lebih dari itu. Saya berdoa semoga ketika Angel dapat teman belajar lagi, Angel akan ngajak dia main kartu uno, feeding her fish, mewarnai, main ular tangga, main holahop, ngambil permen dikulkas diem2 karna takut mamanya tau, sembunyiin sepatu atau kunci motor atau jaket, cerita teman2 sekolahnya, cerita les piano dan renangnya, cerita latian badmintonnya, bantu nyiapin pelajarannya buat hari besok.. Sigh. Betapa banyak hal yang nantinya akan saya ingat.
Angel sudah memberi saya pelajaran yang amat berharga. Saya berterima kasih sekali sama dia. She is always be my Angel.

Advertisements

About Astrid Nur Aryani

Mostly about sweet soysauce. No chilli, please.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Me Today

June 2014
M T W T F S S
« Apr   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Me Goodreads

Me Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Me Reader

  • 4,911 hits

Me Facebook

Astrid’s Post

%d bloggers like this: